Bolehkah Menunda Sholat Agar Bisa Sholat Secara Berjamaah ?

Pertanyaan  

Assalamualaikum, Saya tinggal hanya berdua dg ibu. Kami selalu melaksanakan shalat dengan berjamaah. Bolehkah menunda shalat jamaah karena menunggu ibu dateng dari acara diluar? Atau saya shalat sendiri tepat waktu ? Jazakallah

Jawaban
Ustadz Farid Nu'man, SS

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Bismillahirrahmanirrahim ..

Shalat di tengah waktu atau akhirnya, selama masih di waktu shalat tersebut belum berganti waktu shalat selanjutnya adalah BOLEH. Tapi, di awal waktu jelas lebih utama dan mulia, sebagai mana hadits Bukhari dari Ibnu Mas’ud. Yang terlarang adalah menunda shalat secara sengaja sampai habis waktunya tanpa uzur syar’iy, ini diharamkan.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala:

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

Sungguh, shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (QS. An-Nisa’, Ayat 103)

Sehingga selama shalat dilakukan di interval waktu shalat tersebut, belum masuk waktu shalat berikutnya, maka sah dan boleh. Itu masih bermakna kitaaban mauquuta (kewajiban yang ditentukan waktunya).

Dalam hadits:

إن للصلاة أولا وآخرا، وإن أول وقت الظهر حين تزول الشمس، وإن آخر وقتها حين يدخل وقت العصر..

Shalat itu ada awal waktunya dan akhirnya, awal waktu zhuhur adalah saat tergelincir matahari, waktu akhirnya adalah saat masuk waktu ashar .. (HR. Ahmad no. 7172, dishahihkan oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth. Ta’liq Musnad Ahmad, no. 7172)

Imam An Nawawi Rahimahullah menjelaskan:

يجوز تأخير الصلاة إلى آخر وقتها بلا خلاف، فقد دل الكتاب، والسنة، وأقوال أهل العلم على جواز تأخير الصلاة إلى آخر وقتها، ولا أعلم أحداً قال بتحريم ذلك

Dibolehkan menunda shalat sampai akhir waktunya tanpa adanya perselisihan, hal itu berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah. Perkataan para ulama juga membolehkan menunda sampai akhir waktunya, tidak ada seorang ulama yang mengatakan haram hal itu. (Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab, 3/58)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullah mengatakan:

وقد بين النبي صلى الله عليه وسلم مواقيتها من كذا إلى كذا فمن أداها فيما بين أول الوقت وآخره فقد صلاها في الزمن الموقوت لها

Nabi Shalallahu’Alaihi wa Sallam telah menjelaskan bahwa waktu shalat itu sejak waktu ini ke ini, maka barang siapa yang menjalankan di antara awal waktu dan akhirnya, maka dia telah menunaikan di waktu yang telah ditentukan. (Majmu’ Al Fatawa wa Rasail, Jilid. 12, Bab Shalat)

Maka, apa yang ditanyakan saudara penanya boleh saja, apalagi dengan itu dia dapat shalat berjamaah. Lebih utama lagi jika dicoba berjamaah juga dan di awal waktu.

Demikian. Wallahu a’lam

Wa Shallallahu’ala Nabiyyina Muhammadin wa’ala aalihi wa shahbihi wa sallam