Akad Mudharabah di Bank Syariah, Apakah Riba ?

Pertanyaan  

Assalamualaikum, Ustadz. Kalau kita pinjam uang ke bank syariah dengan akad bagi hasil, apakah masih ada unsur ribanya?

Jawaban
Ustadz DR. Oni Sahroni, MA

Waalaikumussalam.

Produk bank syariah yang berbasis bagi hasil, seperti giro mudharabah, tabungan mudharabah, dan depisito, begitu juga pembiayaan bank syariah dengan skema mudharabah dan musyarakah sudah sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, khususnya fatwa DSN MUI dan Standar Syariah Internasional AAOIFI serta sudah mendapatkan persetujuan dari dewan pengawas syariah di setiap bank syariah.

 

Skema tersebut adalah skema bagi hasil (mudharabah) dan musyarakah sebagaimana hadits Rasulullah,

ثلاثة  فيهن  البركة : المقارضة والبيع الى اجل وخلط البر  باالشعير للبيت لا للبيع(ابن ماجه

 

Artinya : “Tiga macam mendapat barakah: muqaradhah/ mudharabah, jual beli secara tangguh,  mencampur gandum dengan tepung untuk keperluan rumah bukan untuk dijual.”  (HR.Ibnu Majah).

 

dan sunah taqriyah Rasulullah yang merupakan izin dari beliau bahwa transaksi mudharabah diperkenankan.

 

Produk yang ada di bank syariah tersebut bukanlah pinjaman, melainkam akad bagi hasil sehingga seluruh ketentuan, rukun, dan syarat akad bagi hasil berlaku dalam akad yang disepakati, di antaranya adalah bahwa keuntungan keuntungan berbentuk persentase dan biaya ditanggung oleh modal kecuali wanprestasi yang dilakukan oleh pengelola. Hal ini sebagaimana hadits Rasulullah dari Aisyah r.a,

فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الْخَرَاجُ بِالضَّمَانِ.

Artinya: “Manfaat (didapatkan oleh seseorang) disebabkan ia menanggung risiko.” (HR Tirmidzi).

dan sebagaimana kaidah fikih,

الْغُرْمُ بِالْغُنْمِ

Artinya: “Risiko berbanding dengan manfaat.”

Semoga Allah memudahkan ikhtiar kita dan memudahkan kita semua. Wallahu A’lam.