Usaha Orangtua ‘Diisengi’ Tetangga

Pertanyaan  

Assalaamu’alaikum ustadz saya ingin bertanya, bagaimana sikap seorang anak bila mengetahui usaha orang tuanya sedang ‘diisengi’ oleh tetangga? bahkan sampai adiknya pun kena imbas (menjadi tiba-tiba sakit). Mohon bantuan dan arahannya ustadz.

Jawaban
Ustadz Farid Nu'man Hasan, SS

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Bismillahirrahmanirrahim

Yang perlu dilakukan adalah tabayyun (klarifikasi) dan tatsabbut (investigasi), apakah benar apa yang dialami orangtua dan adiknya adalah hasil “diisengi” seseorang? Upaya ini dilakukan agar tidak jatuh pada buruk sangka kepada seseorang.

Allah Ta’ala berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱجۡتَنِبُواْ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعۡضَ ٱلظَّنِّ إِثۡمٞۖ

Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa.

(QS. Al-Hujurat, Ayat 12)

Lalu, jika benar itu akibat “diisengi” seseorang (diguna-guna, atau semisalnya), apakah benar pula oknum pelakunya adalah seseorang yang terlanjur sudah tertuduh dalam benak kita? Sebab, orang yang menuduh wajib mendatangkan bukti sebagaimana hadits:

وَلَكِنِ البَيِّنَةُ عَلَى المُدَّعِي، وَاليَمِيْنُ عَلَى مَنْ أَنْكَرَ

Tetapi orang yang menuduh wajib mendatangkan bukti, sedangkan yang dituduh hendaknya bersumpah. (HR. Baihaqi, sanadnya: hasan)

Di sisi lain, cari sebab-sebab lainnya yang sifatnya alamiyah dan rasional. Agar dapat menyelesaikan masalah ini dibanyak sisi. Jika terkait dengan dunia usaha atau penyakit, maka dicari sebab-sebab dan evaluasi.

Setelah itu berdoa dan bertawakkal kepada Allah Ta’ala atas apa yang sudah diupayakan agar Ta’ala memberikan pertolonganNya.

Demikian. Wallahu a’lam.

Konsultasi Terkait

Jualan di Jam Kerja, Boleh?

Apakah boleh kerja sambil bawa dagangan pesanan teman-teman? Selama ini saya suka begitu tapi belum kepikiran apa yang saya lakukan itu dibenarkan menurut syariat atau tidak, karena saya melakukan aktifitas jualan itu di jam kerja

Selengkapnya