Seorang Yang Melarang Pacaran Namun Melanggarnya

Pertanyaan  

Assalamualaikum ustadz jika ada seorang yang berdakwah untuk larangan pacaran kemudian suatu saat ia melakukannya, terus temannya malah menyalahkan Islam nya, lantas apa yang harus kita sampaikan kepada teman yang menyalahkan Islam nya?

Jawaban
KH Aunur Rofiq Saleh Tamhid, Lc

Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Pertama, seorang da’i berkewajiban menjadi teladan dalam apa yang disampaikannya. Dalam hal ini, Allah menyampaikan peringatan keras kepada dai yang tidak melaksanakan apa yang disampaikannya. “Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu lakukan”. (ash-Shaf: 3).

Tanggungjawab seorang dai sangat besar karena ia menjadi “model” bagi ajaran Islam. Bila tanggungjawab ini tidak dijaga dengan baik maka dia terkena peringatan keras di atas. Jika dia bisa menjadi “model” yang baik bagi Islam, maka dia juga mendapat balasan sangat besar dari Allah. Seluruh perkataan dan amal dakwahnya menjadi perkataan dan amal terbaik di sisi Allah (Fushshilat: 33).

Kedua, menilai Islam harus berdasarkan ajarannya, bukan dengan melihat realita dan praktik kaum Muslimin. Ajaran Islam sangat tinggi nilainya, berasal dari Allah dan tidak ada kekurangan sedikit pun di dalamnya, sehingga kita akan selalu menyaksikan berbagai kekurangan kaum Muslimin dalam merealisasikannta, termasuk para dainya. Karena itu, berbagai kekurangan kaum Muslimin ini tidak boleh dijadikan bukti dan alasan untuk menyalahkan ajaran Islam. Kita semua, terutama para dai harus berusaha keras menjalankan ajaran-ajaran Islam semaksimal mungkin. Bila ada berbagai kekurangan yang tidak disengaja, semoga Allah memaafkannya. Yang penting kita sudah berusaha maksimal.

Konsultasi Terkait

Syarah Kitab Bulughul Maram (Hadist 22)

Diterjemahkan dari kitab: Fat-hu Dzil Jalali wal-Ikram Bi-syarhi Bulughil Maram Karya: Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Uthaimin. Penerbit: Dar Ummil Qura Penerjemah: Aunur Rafiq Saleh Tamhid Lc. BAB 3 MENGHILANGKAN NAJIS DAN PENJELASANNYA Muqaddimah                 Susunan (urutan bab) ini dari pengarang (Ibnu Hajar). Banyak ulama yang menyusun seperti ini. Yakni setelah menyebutkan air dan kapan air … Continued

Selengkapnya