Politik dan Dakwah Bagi Pengurus DKM Mesjid

Pertanyaan  

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh,

Pak Ustadz, mohon pendapatnya terkait politik dan dakwah bagi pengurus DKM ?

Dan apabila dakwah para ustadz yg kita undang temanya  terkait politik gimana ?

 

 

Jawaban
KH. DR. Surahman Hidayat, MA.

Waa’laikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh,  

Menyikapi penceramah yang isinya masalah politik melulu, sesungguhnya untuk dipahami oleh semua pihak baik pihak panitia maupun peserta pengajian Bahwa ajaran islam itu bersifat menyeluruh, mencakup seluruh aspek kehidupan manusia (kaaffah) sebagaimana termaktub dalam keseluruhan ayat-ayat al quran dan sunah-sunah rasulullah saw, adalah ummul quran surat al fatihah itu sendiri secara umum meliputi semua aspek akidah (keimanan), Syariah (hukum hukum)  dan ahlak (moral).

Dalam kerangka totalitas ajaran islam tersebut tentu saja bidang politik menempati posisi yang penting dan mengait dengan bidang-bidang kehidupan lainnya, tapi jelas kajian tentang al-islam tidak hanya melulu soal politik.

Para pihak panitia pengajian  dan narasumber hendaknya berusaha menjaga kerangka totalitas dan propornasionalitas tema-tema kajian, ini merupakan hak forum kajian dan peserta bahkan menjadi hak ajaran islam itu sendiri sesuai dengan karakteristiknya.

Jika kita pada posisi peserta atau panitia, maka sebaiknya menyusun tema-tema kajian sesuai keperluan pencerahan   kepada ustad narasumber yang diundang sekaligus akan dapat menghindari pengulangan juga kebosanan.

Apabila permintaan tema tertentu belum sempat dilakukan maka peserta melalui panitia dapat saja menyarankan mengusulkan dibukanya forum tanya jawab secara umum dengan narasumber, hal ini akan melebarkan sisi kajian untuk tidak berpusat pada satu tema saja.

Di pihak narasumber juga,perlu mengembangkan kreatifitas bahwa suatu kajian yang bertema politik sekalipun dapat dilengkapi dengan sentuhan akidah, ahlak, ruhiyah seperti dalam ungkapan doa-doa contoh : disebutkan dalam hadis bahwa diantara orang-orang yang mustajab doa nyaa yaitu :

  1. Doa kedua orang tua,
  2. orang yang didzolimi,
  3. pemimpin yang adil,
  4. orang yang puasa jelang berbuka.

Para ulama memilih berdoa untuk pemimpin daripada untuk pribadi dan keluarga, seandainya hanya ada satu doa yang mustajab sebab dengan dihasilkannya pemimpin yang adil dan taqwa, manfaat dan keberkahannya mencakup untuk umum.