Memberikan Uang Untuk Pemilih Pragmatis

Pertanyaan  

Assalamua’laikum wr wb.

saya caleg Partai Islam, dikampung saya pemilih pragmatis sekitar 35%, apa saya bisa memberikan uang saat pencoblosan? Apa ada alternatif syariah? Mohon pencerahan

Terimakasih

Jawaban
KH. DR. Surahman Hidayat, MA.

Waa’laikumussalam wr wb.

Menyikapi hal tersebut sebagai kader apalagi caleg partai dakwah wajib membawa dan mengedepankan penyampaian dan penampilan dan yang bersifat da’awi. Memberikan pencerahan tentang apa yang sesungguhnya maslahat dan lebih maslahat bagi masyarakat dan mengembuskan semangat spritualitas ukrowiyah bahwa aktivitas memilih di dunia ini mempunyai konsekuensi di akhirat. Apakah satu suara yang dimasukkan dalam kotak TPS akan berandil dalam menguatkan marwah islam dan para pejuang islam, serta menguatkan kepemimpinan dan wakil-wakil diparlemen yang menyuarakan aspirasi keislaman dan keummatan apabila dibandingkan dengan materi yang diberikan kepada calon pemilih dan terlalu kecil proporsinya bila dibanding dengan kebutuhan pengorbanan bagi penguatan infrastruktur dan suprastruktur kepemimpinan Islami di parlemen dan eksekutif, hal hal inilah yang perlu penyadaran terhadap putra putra umat dengan harapan dapat mengurangi kadar pragmatisme dan memupuk semangat idealisme dan umattisme. Idealisme ini tidak hanya dimiliki kaum muslimin tak terkecuali seorang Barack Obama yang memenangkan leadership di Amerika serikat lebih banyak dengan dukungan idealisme seperti tereksperiskan slogan  ‘choose me for you’ dan rakyat pemilih juga banyak mengumpulkan lembaran-lembaran dolar untuk obama demi idealisme mereka.

Itu untuk tataran yang mengarah ke idealis adapun untuk kalangan calon pemilih yang cenderung kelapisan yang tidak idealis tapi realistis untuk tidak mengatakan pragmatis, maka pendapat saya untuk ukuran yang wajar sekedar mendukung kelancaran komunikasi silaturahmi politik, sekedar biaya politik untuk kelancaran transportasi mobilitas, dan akomodasi atau sejenis buah tangan bagi simpul massa, dapat saja dialokasikan dengan penuh pengertian dan kesantunan. Dalam konsep ibadah sosial Islam dibenarkan cara melembutkan hati komunikan atau ta’liful qulub tentu dengan tidak mengahadirkan bahasa yang transaksional yang kontraproduktif terhadap ta’liful qulub.