Tadabbur Surat Al-Fath Ayat 1

Pertanyaan  

Assalamualaikum, Saya mau bertanya. Apa yang di maksud dalam suroh al fath ayat 1?

Jawaban
Ustadz Abdullah Haidir, Lc.

Surat al-fath ayat 1;

إِنَّا فَتَحۡنَا لَكَ فَتۡحࣰا مُّبِینࣰا

“Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.” (QS. Al-Fath: 1)

Yang dimaksud ‘fathan-mubiina’ dalam ayat ini menurut para ulama tafsir adalah “Perjanjian hudaibiyah”, sebuah perjanjian antara kaum muslimin dengan kaum musyrikin Mekah pada tahun 6 H.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengutip riwayat dari Ibnu Mas’ud bahwa dia berkata,

إِنَّكُمْ تَعُدُّونَ الْفَتْحَ فَتْحَ مَكَّةَ، وَنَحْنُ نَعُدُّ الْفَتْحَ صُلْحَ الْحُدَيْبِيَةِ.

“Kalian itu menganggap bahwa yang namanya kemenangan adalah Fathu Mekkah sedangkan kami menganggap bahwa yang dimaksud Al Fath adalah perjanjian hudaybiyah.”

Begitu pula A’masy meriwayatkan dari Abu Sufyan dari Jabir Dia berkata:

مَا كُنَّا نَعُدُّ الْفَتْحَ إِلَّا يَوْمَ الْحُدَيْبِيَةِ

“Kami dahulu ia menganggap bahwa yang dimaksud alfathu atau kemenangan adalah pada perjanjian hudaibiyah.”

Mengapa perjanjian hudaibiyah dianggap sebagai sebuah kemenangan yang nyata?

Karena dengan adanya perjanjian tersebut, keberadaan dan kepemimpinan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mendapatkan pengakuan dan diakui keberadaannya sebagai sebuah kekuatannya di Madinah. Dan kemudian dengan adanya perjanjian tersebut yang didalamnya mengandung kesepakatan gencatan senjata selama sepuluh tahun, tidak lagi ada Peperangan antara kaum muslimin dan orang-orang kafir Quraisy, maka efeknya memungkinkan bagi Rasulullah saw berdakwah semakin luas dan leluasa sehingga setelah masa perjanjian hudaibiyah tersebut banyak sekali orang-orang yang berbondong-bondong masuk Islam.

Terbukti pada peristiwa Fathul Mekah 2 tahun kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang sebelumnya dalam perjanjian Hudaibiah datang bersama 1500 orang, namun dalam peritiwa Fathu Mekah beliau datang ke Mekah bersama 10.000 kaum muslimin. Jumlah yang yang berlipat-lipat dari saat perjanjian hudaibiyah tersebut.

Karena dalam Islam, hakekat dakwah bukan sekedar mengalahkan suatu kaum atau menundukkan suatu daerah, tapi bagaimana semakin banyak orang yang menerima Islam dan tunduk dalam ajaran syariat Allah.

Wallahu a’lam.