Suami Mendiamkan Istri

Pertanyaan  

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh saya masih bingung dengan sikap suami saya yang masih mendiamkan saya, saya sering minta maaf baik lewat hp maupun secara langsung tapi sikap suami saya masih seperti itu, mohon solusinya ustadzah agar rumah tangga saya baik kembali.

Jawaban
Ustadzah Husna Hidayati, M.HI

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh

Dalam menjalani hidup, tidak ada orang yang sempurna tanpa masalah dan ini tentu akan dihadapi oleh setiap orang, berbagai respons pun bisa dilakukan untuk beradaptasi dengan masalah tersebut untuk kemudian mencari jalan keluarnya. Respon dari permasalahan itu bisa bermacam-macam bentuk dan berbeda-beda pada tiap orang, mulai dari muncul rasa marah, diam, hingga sedih dan stres. Nabi Muhammad SAW bersabda:

ليس الشديد بالصُّرَعة، إنما الشديد الذي يملك نفسه عند الغضب

“Bukanlah orang kuat (yang sebenarnya) dengan (selalu mengalahkan lawannya dalam) pergulatan (perkelahian) tetapi tidak lain orang kuat (yang sebenarnya) adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.” (Muttafaq ‘alaih)

Beberapa cara mengatasi suami yang marah tapi diam bisa dengan:

1. Beri reaksi/respon yang lembut
Apabila suami tidak biasa dengan diam dalam marahnya tapi sekali ini dia diam dalam waktu yang cukup lama, bisa jadi akar masalahnya cukup besar. Untuk itu, respon dengan lembut untuk mengajaknya berbicara tentang konflik ini dengan tenang, sampaikan bahwa anda menyadari bahwa suami tidak bersikap seperti biasanya. Anda ingin tahu alasannya. Tekankan bahwa anda ingin menyelesaikan konflik yang sedang terjadi. Mungkin pada tahap pertama suami belum memberikan tanggapan, tidak apa. Hanya saja, tekankan bahwa anda siap jika ia ingin berbicara empat mata untuk menyelesaikan pertengkaran.

2. Sampaikan perasaan dengan nasehat dan diskusi.
Jelaskan kepada suami bahwa masalah tidak akan selesai dengan cara semacam ini, sembari menjelaskan akar masalah dengan spesifik. Ketika masalah sudah terpecahkan, kembali sampaikan bahwa mendiamkan pasangan bukan hal yang sebaiknya dalam menyelesaikan persoalan. Tak kalah penting untuk disampaikan bahwa, Allah saja memberi Batasan mendiamkan sesama muslim karena marah dibatasi hanya 3 hari.

3. Beri waktu sendiri
Seringkali orang membutuhkan waktu untuk menyendiri, merenung. Mudah-mudahan seiring waktu dan perenungan akan didapatkan pencerahan-pencerahan untuk dapat menyelesaikan konflik yang terjadi.

4. Meminta maaf
Apapun masalahnya, meminta maaf terlebih dahulu bisa dilakukan jika ada perbuatan atau ucapan yang melukai perasaan pasangan.

5. Konseling
Apabila kondisi semacam ini terus menerus terjadi dan tidak diikuti dengan kemampuan berkomunikasi yang baik antara kedua belah pihak, konseling bisa jadi solusi. Konselor/pihak ketiga akan membantu kedua belah pihak mengekspresikan perasaan mereka sehingga masalah terselesaikan dengan cara yang sehat

6. Curhat pada Allah SWT
Sebaik-baik tempat mengadu adalah pada Allah. Ketika dirasakan suatu masalah sulit untuk dipecahkan, mengadulah pada Allah. Jadikan sabar dan sholat sebagai penolong. Hal ini seperti yang tertuang dalam QS. Al Baqarah 153,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Semoga Allah membukakan pintu-pintu rahmatnya dan menjadikan rumah tangga saudari selalu dalam sakinah, mawaddah, wa rahmah. Wallaahu alam.