Cerai dari Pernikahan Siri

Pertanyaan  

Assalamualaikum Ustadz, bagaimana cara cerai dari pernikahan sirri ?

Jawaban
Ustadz Fauzi Bahresy, SS.

Waalaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh,

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, kita harus memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan pernikahan sirri  tersebut.  Pasalnya, Ada dua pemahaman mengenai pengertian nikah siri di kalangan masyarakat Indonesia.

  1. Akad nikah yang tidak dicatatkan di Kantor Urusan Agama, tetapi syarat serta hukumnya sudah sesuai dengan hukum agama Islam. Yaitu ada wali dan saksi.
  2. suatu pernikaan yang dilakukan tanpa adanya wali nikah yang sah dari pihak perempuan.

Nah jika nikah yang dinaksudkan adalah pengertian yang kedua (yaitu tanpa wali), maka nikah tersebut tidak sah.

Nabi saw bersabda,

‎لَا نِكَاحَ إِلَّا بِوَلِيٍّ

Tidak sah pernikahan tanpa adanya Wali  (HR Abu Daud, atTirmudzi, Ibnu Majah)( 1881 )

 

Namun jika yang dimaksud nikah sirri adalah pengertian pertama maka sah secara agama tapi tidak tercatat di KUA. Hanya saja meskipun nikah sirri semacam ini namun tidak sesuai dengan tuntunan Nabi saw yang menyuruh  menyiarkan dan memberitahukan pernikahan dengan acara walimah yang salah satu hikmahnya menghindari fitnah sehingga tidak ada kecurigaan di masyarakat ketika suami isteri tsb berkumpul dalam satu rumah.

 

Kembali kepada pertanyaan di atas, bagaimana cara cerai dari nikah sirri. Bila bentuknya seperti yang kedua, tidak perlu ada cerai karena nikahnya tidak sah.

 

Namun bila bentuk nikah sirrinya seperti yang pertama, maka cara cerainya sangat mudah bila langsung dilakukan oleh suami. Bila suami menceraikan isteri otomatis pernikahan mereka bubar.

 

Masalahnya adalah bila suami tidak mau menceraikan, sedangkan pihak isteri sudah tidak bisa lagi berumah tangga dengan suami sehingga isterilah yang ingin mengajukan gugatan cerai (khulu’).  Dalam kondisi seperti ini isteri tidak bisa mengajukan gugatan ke pengadilan karena tidak memiliki bukti pernikahan yg sah dari KUA. Karena itu kerapkali dalam nikah sirri, isteri menjadi terlunta-lunta dan menjadi korban.

 

Namun demikian, bukan berarti tidak ada yang bisa ditempuh isteri. Sebab isteri yang dalam kondisi tersebut bisa melakukan salah satu dari dua hal berikut:

 

– membujuk suami agar mau menceraikannya. Ini jalan yang paling mudah.

– Mendatangi KUA atau pengadilan agama untuk meminta itsbat nikah. Yaitu meminta pengakuan secara legal bahwa dirinya telah menikah dengan suaminya yang sekarang. Setelah itsbat nikah itu keluar barulah ia mengurus gugatan cerainya ke pengadilan.

 

Wallahu a’lam