Bolehkah Membasuh Jilbab dan Kaos Kaki Ketika Berwudhu ?

Pertanyaan  

Assalamualaikum, Ustadz Mau tanya soal wudhu di tempat terbuka Jika di khawatir kan terlihat aurat. Maka Membasuh kepala boleh di ganti mengusap jilbab ( di ibaratkan surban). Membasuh kaki boleh di ganti Mengusap kaos kaki (diibaratkan khuf). Dengan syarat sebelum pakai jilbab/kaos kaki harus punya wudhu dulu, Boleh tidak?

Jawaban
Ustadz Farid Nu'man, SS

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh ..

Dalam keadaan sulit, boleh usap kerudungnya saja, atau bisa juga diselipkan tangannya ke ubun-ubun dibalik kerudungnya.

Mughirah bin Syu’bah Radhiallahu ‘Anhu berkata:

أن النبي صلّى الله عليه وسلّم، توضأ، ومسح بناصيته وعلى العمامة وعلى خفيه

“Bahwa Nabi ﷺ   berwudhu dgn mengusap ubun-ubunnya, surbannya, dan khufnya.” (HR. Muslim no. 274)

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu beliau berkata:

رأيتُ رسولَ اللّه صلى الله عليه وسلم يتوضأ وعليه عمَامة قطْرِيَّةٌ، فَأدْخَلَ يَدَه مِنْ تحت العمَامَة، فمسح مُقدَّمَ رأسه، ولم يَنْقُضِ العِمًامَة

“Aku melihat Rasulullah ﷺ berwudhu, saat beliau memakai surban dari Qatar. Beliau menyelipkan tangannya dari bawah surban untuk menyapu kepala bagian depan, tanpa melepas surban itu.” (HR. Abu Dawud no. 147, dha’if)

 

Dalam Majmu ‘Al Fatawa, tertulis:

وَسُئِلَ:

عَنْ الْمَسْحِ فَوْقَ الْعِصَابَةِ؟ .

فَأَجَابَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ، إنْ خَافَتْ الْمَرْأَةُ مِنْ الْبَرْدِ وَنَحْوِهِ مَسَحَتْ عَلَى خِمَارِهَا؛ فَإِنَّ أُمَّ سَلَمَةَ كَانَتْ تَمْسَحُ خِمَارَهَا وَيَنْبَغِي أَنْ تَمْسَحَ مَعَ هَذَا بَعْضَ شَعْرِهَا وَأَمَّا إذَا لَمْ يَكُنْ بِهَا حَاجَةٌ إلَى ذَلِكَ فَفِيهِ نِزَاعٌ بَيْنَ الْعُلَمَاءِ

Ibnu Taimiyah ditanya tentang membasuh kerudungan.

Beliau menjawab: Jika seorang wanita khawatir terhadap dingin dan yang semisalnya, maka dia boleh mengusap kerudungnya. Sesungguhnya Ummu Salamah pernah mengusap kerudungnya. Dan hendaknya mengusap kerudung disertai dengan mengusap sebagian rambutnya. Jika hal ini (mengusap kerudung) tidak ada keperluan,  maka para ulama berbeda pendapat. (Majmu’Al Fatawa, 21/218)

 

Demikian. Wallahu a’lam