Bagaimana Cara Taubatan Nasuha ?

Pertanyaan  

Bagaimana caranya taubatan nasuha?

Jawaban
Ustadzah Nurhamidah, MA.

بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillah semoga ibu senantiasa diberi kenikmatan iman dan senantiasa bersyukur atas segala anugerah.

 يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ تُوبُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ تَوۡبَةٗ نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمۡ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمۡ سَيِّ‍َٔاتِكُمۡ وَيُدۡخِلَكُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ يَوۡمَ لَا يُخۡزِي ٱللَّهُ ٱلنَّبِيَّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥۖ نُورُهُمۡ يَسۡعَىٰ بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ وَبِأَيۡمَٰنِهِمۡ يَقُولُونَ رَبَّنَآ أَتۡمِمۡ لَنَا نُورَنَا وَٱغۡفِرۡ لَنَآۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٍ قَدِيرٌ

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. At Tahrim : 8)

 

Dalam bertaubat ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan

Taubat

  1. Kesadaran sesungguhnya Tidak  ada yang mengancam diri kita kecuali dosa dan kezaliman diri sendiri. Dosa dan aib ini bisa menjerumuskan kita pada kehinaan di dunia dan akhirat
  2. Kesadaran sesungguhnya kita di hormati orang lain bisa jadi karena Allah swt tutup aib kita. Jangan sampai murka nya Allah atas bertumpuknya kesalahan kita sehingga suatu saat Allah buka semua aib dan kesalahan kita selama ini.
  3. Kita boleh memikirkan dosa orang lain dlm rangka amar maruf nahi munkar tapi jangan  sampai memikirkan dosa orang lain tapi lupa dgn dosa sendiri karena Yang paling membahayakan diri kita adalah dosa kita sendiri.
  4. Gemar bertaubat adalah karakter para anbiya dan orang-orang sholeh.

Cara bertaubat nasuha

  1. Saat bertaubat tidak sibuk dengan mencari kesalahan orang lain. Tapi fikirkanlah kesalahan diri sendiri.
  2. Taubat tidak hanya menyesal tapi hrs meyakini hanya Allah yang mengampuni
  3. Berhenti dari kemaksiatan tsb. Makin kuat hijrahnya maka makin kuat  taubatnya .
  4. Berbuat kebaikan yg berhubungan dgn jariyah utk menghapus keburukan tsb. Makin sungguh berbuat baik misalnya dahsyat sedekah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

والصدقة تطفىء الخطيئة كما تطفىء الماء النار

“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)

 

Ibarat orang kebakaran jika sedekah sedikit maka dia hanya bawa air setetes utk memadamkan air.

Kita pelit aja Allah swt cukupkan, apalagi kalo kita sedekah pasti Allah swt akan lebih cukupkan..

 

Waalohu a’lam