Adab Taadud

Pertanyaan  

Assalamualaikum Wr Wb, Ustadz bagaimana kiat-kiat ta’adud yang bisa menentramkan istri & keluarga ?

Jawaban
Ustadz Fauzi Bahresy, SS.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله وب العالمين والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

Pertama, harus dipahami bahwa Islam mendorong umatnya untuk menikah. Islam tidak membenarkan kehidupan membujang yang penuh dengan kemesuman atau kehidupan ala rahbaniyah yang menafikan pernikahan.

Kedua, dalam Islam seorang pria dibolehkan melakukan poligami maksimal dengan empat wanita sebagaimana disebutkan dalam surat an-Nisa ayat 3 sebagai solusi atas kondisi tertentu yang memang dibutuhkan.

Ketiga, agar poligami yang dilakukan mendatangkan maslahat dan kebaikan maka terdapat syarat yang harus dipenuhi. Yaitu:

  1. Memiliki kemampuan secara fisik untuk memenuhi kebutuhan dan hak para isterinya.
  2. Memiliki kemampuan secara finansial untuk bisa menafkahi mereka.
  3. Memiliki kemampuan bersikap adil terhadap mereka (QS an-Nisa: 3). Adil yang dimaksud di sini adalah adil dalam memberikan makan, minum, pakaian, tempat tinggal, nafkah, dan bermalam.

 

Dr. Ahmad Yusuf Sulayman, dosen syariah di fakultas Darul Ulum Mesir berkata:

“Orang yang ingin berpoligami hendaknya memiliki sebab atau alasan yang kuat untuk melakukannya (misalnya kondisi isteri mandul atau tidak mampu lagi memenuhi kewajiban thd suami). Juga ia harus memiliki kemampuan untuk memberikan nafkah kepada para isterinya. Sebab bila tidak memiliki kemampuan, ini bisa mengantar pada perbuatan zalim. Sesuatu yang mengantar pada kezaliman adalah zalim.”

 

Syekh Abdul Khaliq asy-Syarief, salah seorang ulama al-Azhar juga berkata,

“Bila orang yang ingin berpoligami tidak memiliki kemampuan finansial dan kemampuan fisik atau salah satunya, serta tidak memiliki niat bersikap adil di antara isterinya, maka hukum poligami yang dilakukannya antara makruh dan haram.”

Jadi siapapun yang ingin melakukan poligami, ia harus memperhatikan syarat-Syarat di atas. Akan lebih baik lagi bila pengkondisian dan pemberian pemahaman terhadap isteri juga dilakukan.

 

Semoga dengan ikhtiar tersebut, poligami yang dilakukan mengantar pada kebahagiaan meskipun sangat sulit memuaskan semua pihak.

 

Wallahu a’lam