Memperbanyak puasa sunah di bulan Rajab, apakah dianjurkan?

Pertanyaan  

Assalamu’alaikum wr. wb.

Izin bertanya ustadz, ketika saya sudah berpuasa daud (sejak oktober 2023 hingga sekarang) ketika saat ini moment bulan rajab.. apakah diperbolehkan berpuasa setiap hari?.. karena juga dalam keseharian saya bila tidak berpuasa akan terlalu banyak ngemil dan makan terus.

Jawaban
Ustadz Abdullah Haidir, Lc

Waalaikumussalam wr.wb

Bismillah wal hamdulillah.
Semoga Allah beri kekuatan bagi anda dan jaga semangat anda untuk rajin beribadah sunah, khususnya ibadah puasa.

Terkait puasa setiap hari di bulan Rajab, jika yang anda maksud adalah memperbanyak ibadah puasa di bulan Rajab sehingga di bulan tersebut anda lebih banyak berpuasa, maka hal tersebut termasuk sunah yang dianjurkan. Karena bulan Rajab termasuk bulan yang dihormati (Al Asyhurul hurum) dan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan umatnya untuk berpuasa di bulan-bulan yang dihormati, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam;

صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ (رواه أبو داود )

“Berpuasalah pada sebagian hari-hari di bulan haram dan tinggalkanlah.” (HR. Abu Daud, no. 2428)
Maksudnya, banyaklah berpuasa di bulan-bulan haram, tapi sekali waktu tinggalkan ibadah puasa.

Disebutkan dalam Kitab Fathul Muin,

أفضل الشهور للصوم بعد رمضان: الأشهر الحرم وأفضلها المحرم ثم رجب ثم الحجة ثم القعدة ثم شهر شعبان

“Bulan yang paling utama untuk berpuasa setelah Ramadan adalah bulan-bulan yang dihormati, yang paling utama adalah Muharam, kemudian Rajab, kemudian Zulhijah, kemudian Zulqaidah kemudian bulan Sya’ban.” (Fathul Muin, hal. 281, berdasarkan penomoran Maktabah Syamilah)

Akan tetapi, jika yang anda maksud puasa setiap hari di bulan Rajab adalah berpuasa sebulan penuh, maka hendaknya hal itu tidak dilakukan meskipun tidak ada larangan khusus berpuasa sebulan penuh selama tidak ada hari-hari yang dilarang berpuasa, yaitu dua hari Id dan tiga hari Tasyriq. Karena Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak berpuasa sebulan penuh selain Ramadan, sebagaimana perkataan Aisyah radhiallahu anha,

فَما رَأَيْتُ رَسولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إلَّا رَمَضَانَ

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyempurnakan puasa sebulan kecuali bulan Ramadan.” (HR. Bukhari, no. 1969)

Kesimpulannya, silakan memperbanyak ibadah puasa di bulan Rajab, insyaAllah akan mendapatkan keutamaan puasa di bulan-bulan mulia. Namun sebaiknya tidak melakukannya sebulan penuh, selingi beberapa hari dengan tidak berpuasa. Wallahu a’lam.