Suami Istri Berbeda Pendapat

Pertanyaan  

Assalamualaikum ustadzah mohon solusinya, bagaimana caranya supaya suami istri tidak selalu berbeda pendapat?

Jawaban
Ustadzah Nur Hamidah, MA

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh

بسم الله الرحمن الرحيم.

Dalam kasus ini ada beberapa yang ingin kami diskusikan.

  1. Jodoh adalah pilihan kita untuk mempersiapkan keluarga dan pewaris keturunan yang terbaik. Untuk itu perlu adanya komitmen dan visi misi bersama dalam membangun keluarga seperti apa yang disepakati. Suami kelak menjadi pemimpin istri dan anak anak, sehingga perlu ada komitmen bersama untuk sama-sama meningkatkan kemampuan ilmu agama dalam membangun rumah tangga. Istri kelak akan diberi amanah menjaga suami dan anak mereka untuk dididik dengan baik.
  2. Visi dan misi pernikahan adalah saling menguatkan untuk masuk sorga bersama dan saling menjaga agar terhindar dari api neraka. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat At-Tahrim ayat 6:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

  1. Pernikahan adalah ibadah terpanjang dan sakral. Untuk itu proses menuju pernikahan, Islam memberikan tuntunan agar terjadi keberkahan. Dimulai dari proses taaruf, khitbah dan ijab qobul dilakukan dengan bersama keluarga. Belum terlambat walau sudah menjadi suami istri tetap melihat dan mengenala karakter masing masing, lalu buatlah kesepakatan dan komitmen bersama untuk saling berjuang mempertahankan ibadah terpanjang ini.
  2. Pernikahan tidak hanya menyatukan 2 orang tapi menyatukan 2 keluarga dan membangun silaturahim dan peradaban di masyarakat. Jangan sampai tujuan mulia ini ternodai dengan ego masing masing sampai memutuskan silaturahim.

Terakhir, banyak mendekat kepada Allah swt agar Allah memberikan hati yang lapang untuk saling menjaga dan menerima demgan rasa sabar dan syukur. Misal salah satu doa, karena Allah yang menyatukan hati manusia, makanya berdoalah

اللهم  يا مُقَلٍّبَ القلوب  آلِّفْ بَيْنَ قَلْبِيٍ وَ قَلْبَ…..

“Allohumma Yaa Muqollibal quluub , allif bayna qolbiy  wa qolba…..(sebut nama)” .

Konsultasi Terkait