Hukum Invenstasi

Pertanyaan  

Assalamualaikum, Ustadz. Bagaimana hukum investasi saham? Halalkah?

Jawaban
Ustadz DR. Oni Sahroni, MA

Waalaikumussalam.

Jika investasinya di saham syariah, diperkenankan karena itu adalah investasi dalam objek usaha yang halal (saham dengan underlying asset saham yang halal) yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Investasi ini bahkan dianjurkan karena investasi merupakan bagian dari menunaikan hajat atau fungsi modal agar tidak idle sebagaimana maqashid syariah yang terkandung dalam firman Allah,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْأَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۗ وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

 

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,”(Q.S. At-Taubah:34)

Jika sahamnya adalah saham konvensional, tidak diperkenankan karena underlying asset (objek usahanya) tidak halal, sedangkan investasi saham syariah selain halal, skema yang digunakan adalah bagi hasil dengan akad mudharabah atau musyarakah yang diperkenankan dalam Islam sebagaimana hadits Rasulullah,

(ثلاثة  فيهن  البركة : المقارضة والبيع الى اجل وخلط البر  باالشعير للبيت لا للبيع (ابن ماجه

 

“Tiga macam mendapat barakah: muqaradhah/ mudharabah, jual beli secara tangguh,  mencampur gandum dengan tepung untuk keperluan rumah bukan untuk dijual”.  (HR.Ibnu Majah).