Apakah Homo Itu Takdir?

Pertanyaan  

Assalamualaikum ustadz, saya homo sejak usia 10 tahun, tapi saya menyadari bahwa itu dosa, Saya bisa menahan hasrat untuk tidak melakukan hal itu sampai usia 29 th dan saya punya seorang istri dan di karuniai 2 anak. Tapi di saat saya berusia 29th hasrat untuk. Menjadi homo pun menggebu2 dan bahkan selama ini saya tidak ada hasrat sedikit pun untuk berhubungan dengan istri saya. Pertanyaan : apakah itu memang takdir atau penyakit?

Jawaban
Ustadz Farid Nu'man Hasan, M.kom.I

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh
Bismillahirrahmanirrahim…
Allah Ta’ala berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ وَخَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَبَثَّ مِنۡهُمَا رِجَالٗا كَثِيرٗا وَنِسَآءٗۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ٱلَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلۡأَرۡحَامَۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيۡكُمۡ رَقِيبٗا
Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.(QS. An-Nisa’, Ayat 1)
Dalam ayat ini Allah Ta’ala menegaskan bahwa penciptaan manusia itu hanya pria dan wanita, dengan Allah Ta’ala sisipkan daya tarik satu sama selainnya.
Tidak ada kelamin lain kecuali ini, dan tidak ada orientasi seksual lain yang dibenarkan kecuali ini, yaitu laki-laki tertarik kepada perempuan dan sebaliknya.
Ketika terjadi disorientasi seksual, laki-laki justru tertarik dan syahwatnya kepada laki-laki juga, atau perempuan tertarik dan syahwatnya dengan perempuan, maka ini keluar dari fitrah penciptaan tersebut.
Jadi, tidak dibenarkan seseorang menyalahkan takdir, sebab dalam hal ini ada sebab-sebab ril dan rasional yang juga dilakukan manusia tersebut (istilah para ulama Taqdir Mu’allaq, yaitu taqdir yang juga ada sebab peran manusianya). Bisa karena pergaulan yang keliru di masa kecilnya, dan sekian lama dibentuk dengan itu, akhirnya seperti itu jadinya. Itulah kenapa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melarang tidur satu selimut antara laki-laki dengan laki-laki atau wanita dengan wanita. Ini pendidikan seksual dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sejak manusia berusia kanak-kanak.
Di sisi lain, tidak sedikit manusia yang sembuh dari penyakit ini. Menempuh terapi yang disiplin dan senantiasa berdoa kepada Allah Ta’ala. Ini menunjukkan bahwa memang ada peran manusia di dalamnya. Jika kita memilih untuk sembuh, maka bertekadlah, seriuslah, dan yakinlah atas pertolongan Allah Ta’ala.
Demikian. Wallahu a’lam.

Konsultasi Terkait