Allah Tujuan Kami

Pointer Khutbah Juma’t 1442 H (Seri 34)

Tema : Allah Tujuan Kami

Penulis : KH. Dr. Surahman Hidayat, MA.

Khutbah  I

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى نِعْمَةِ الإسْلاَمِ وَالاِيْمَان. أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ الَّذِى يُبَشّر الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

فَصَلَوَاتُ اللَّهِ وتَسْلِيْمَاتُهُ عَلَى نَبِىِّ الرَّحْمَةِ مُحَمَدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أجْمَعِين 

أمَّا بَعْدُ فَأُوصِي نَفْسِي وَإيَّاكُمْ بِتَقْوَي الله فِي السِّرِّ وَالْعَلَن فَقَد فَازَ الْمُتَّقُون

Ma’asyiral  muslimin rahimakumullah

Syukur alhamdulillah kita dikaruniai oleh Allah iman yang benar, logis, lurus, dan konsisten. Iman yang berlandaskan tauhid kepada-Nya ( لا اله الا الله ). Iman yang memuliakan dunia dan akhirat. Siapapun orangnya pasti mengakui bahwa dirinya serta alam sekitar tidak tercipta secara kebetulan atau oleh peristiwa alam yang lain. Namun semua terjadi atas kehendak dan kuasa Tuhan yang menghidupkan dan mematikan. Yaitu Allah SWT.

وَلِلّٰهِ غَيْبُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاِلَيْهِ يُرْجَعُ الْاَمْرُ كُلُّه فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِوَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ

“Milik Allah rahasia langit dan bumi dan kepada-Nya segala urusan dikembalikan. Maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya. Tuhanmu tidak akan lengah terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS Hud: 123)

Jadi, bagi-Nya segala yang di langit dan di bumi, yang nampak dan yang gaib. Kepada-Nya dikembalikan semua urusan. Terlepas  siap atau tidak, manusia akan dikembalikan kepada-Nya. Namun dengan iman yang mantap kita menyatakan inna lillah wa inna ilayhi raaji’un (Sesungguhnya kita memang kepunyaan Allah dan kepada-Nya akan dikembalikan).

Itulah kesadaran imani yang sangat basic. Tetapi semangat iman dan takwa mendorong kita untuk menguatkan dalam dada tanda-tanda berikut ini:

‎الخوف مِن الْجَلِيل وَالْعَمَل بِالتَّنْزِيل وَالْقَنَاعَة بِالْقَلِيل وَالِاسْتِعْدَاد لِيَوْم الرَّحِيل

(Takut kepada Allah Yang Mahaagung, mengamalkan Alquran, qana’ah dengan yang sedikit, dan bersiap-siap untuk hari akhir)

Untuk itu kita harus memantapkan  kebersamaan dengan Allah di setiap saat dan di setiap aktivitas. Semua ingin berujung dengan memuji-Nya (alhamdulillah). Sebab, setiap perbuatan target akhirnya adalah ibtigha’a  mardhatillah (mengharap ridha dan cinta Allah). Bagi-Mu segala puji agar Engkau ridha. Bahkan dalam ungkapan Rasulullah saw   لَكَ العُتبَى حَتَّى تَرْضَى   (Bagi-Mu semua peluh dan derita juang sampai Engka ridha). Inilah simpul dari prinsip hidup Allahu Ghayatuna (Allah tujuan kami).

Terdapat kesimpulan pemikir (seperti Maslow) tentang peringkat kebutuhan hidup setiap orang. Yaitu: (1) Sandang pangan papan; (2) Sosial dengan butuh teman berkomunikasi sampai curhat; (3) Butuh aktualisasi dan pengakuan sampai apresiasi pujian dari orang lain. Berapapun biaya dikeluarkan untuk sebuah pengakuan prestasi dan apresiasi manusia. Meski tidak jarang sifatnya hanya basa basi, politis, atau dengan maksud tertentu yang ujungnya merugikan

Itulah dunia yang terlepas dari faktor dan motif Allah Swt. Orang itu bisa jadi sangat populer di dunia, tetapi sepi tidak disebut namanya di langit.

Seorang muslim yang menjadikan Allah sebagai tujuan hidup (ghayah), ia berada dalam ketenangan jiwa, kejernihan fikir tapi full semangat jihad sebagai etos kerja. Ia berjalan lurus dan tertib dalam nuansa

الله مَعِى الله نَاظِرٌ إلَيَّ 

(Allah bersamaku. Allah melihatku). Ia siap dan ridha jika Allah memanggilnya  pada posisi ia berdiri saat itu.  Prinsip hidupnya adalah apapun adanya, yang terpenting  Allah ridha, terutama saat ia menghela nafas terakhir.

Orang yang mendapat ridha Allah, saat di duniapun mereka mendapat penerimaan yang baik dari komunitas orang saleh. Belum lagi popularitas yang luas di kalangan penduduk langit. Sebagaimana sabda Nabi saw dalam riwayat Abu Hurairah ra.

إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ الْعَبْدَ نَادَى جِبْرِيلَ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحْبِبْهُ فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ فَيُنَادِي جِبْرِيلُ فِي أَهْلِ السَّمَاءِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبُّوهُ فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِي الْأَرْضِ

“Jika Allah mencintai seorang hamba, Allah memanggil Jibril dan berfirman,’ sesungguhnya Allah mencintai fulan, oleh karena itu cintailah si fulan.’ Maka, Jibrilpun mencintai si fulan. Lalu, Jibril berseru ke penduduk langit, ‘ Sesungguhnya Allah mencintai fulan, oleh karena itu hendaklah kalian mencintai fulan.’ Maka, penduduk langit pun mencintai si fulan. Kemudian, diletakkan untuk si fulan tersebut penerimaan di muka bumi (HR al-Bukhari). 

Sedangkan di akhirat nanti  bonus selain surga menanti mereka. Yaitu puncak keridhaan Allah berupa saat mereka diberi kesempatan terindah melihat “wajah Allah” Swt sebagaimana firman-Nya,

وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.” (QS at-Taubah: 72).

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah II

أَنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ وَنُصَلِّي وَنُسَلِّم عَلَى رَسُولِ اللَّهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ وَالاَه

أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الَّذِي لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ

وَصَلِّ اللَّهُمَّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ اتَّبَعَ هُدَاهُم إلَى قِيَامِ السَّاعَةِ فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُو اللَّه حَقَّ تَقْوَاه فَقَدْ فَازَ مَنْ اتَّقَى

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ

اللَّهُمَّ سَلِمْنَا وَعَافِنَا وَإيَّاهُم مِنَ الأمْرَاضِ وَالوَبَاء وَالْفِتَن مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَن يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْن

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

والحمد لله رب العالمين

 

Unduh File PDF